Babak Baru Carut Marut Persepakbolaan Nasional
Persepakbolaan Nasional akhir-akhir ini memang tengah dilanda sebuah krisis, dimana terjadinya sebuah konflik dualisme kompetisi, yang mana telah kita ketahui bersama beberapa tahun lalu ada sebuah kompetisi baru dalam persepakbolaan nasional kita yang diberi nama Indonesian Premier League (IPL), Arifin panigoro disebut-sebut yang menjadi sosok dibalik terbentuknya kompetisi baru ini.
Seolah ingin menyaingi kompetisi terdahulu yang ada dipersepakbolaan indonesia yang disebut dengan Indonesian Super League (ISL), pesaing baru menjanjikan mantan-mantan pesepakbola internasional yang pernah berlaga di kompetisi eropa seperti Serie A italia, atapun English Premier League. Wah tentunya ini akan menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi pecinta bola tanah air.
Boleh dikatakan kompetisi ini adalah kompetisi yang tidak berada dibawah naungan FIFA dan PSSI tentunya, tetapi beberapa saat setelah kepengurusan PSSI pimpinan Nurdin halid Cs runtuh dan berganti dengan pimpinan Djohar Arifin, IPL menjelma sebagai kompetisi yang legal dan ISL menjadi kompetisi yang ilegal, jujur saya tidak faham entah mengapa hal ini terjadi, tetapi intinya yang awalnya menjadi anak kandung dianak tirikan dan sebaliknya.
Tentunya perseteruanpun terjadi antara kedua belah pihak dimana ISL yang di pelopori oleh La Nyala Mataliti atau KPSI dan IPL dibawah naungan PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin Husein, namanya orang berselisih paham yang bisa dikatakan masih saudara sendiri (karena sama-sama indonesia) dicarikan sebuah jalan tengah, untuk itu disepakati kedua belah pihak untuk duduk disatu meja guna merundingkan perselisihan ini dan menghasilkan sebuah satu kata yaitu tidak adanya perpecahan di kubu PSSI serta tidak adanya dualisme kompetisi di persepakbolaan nasional, tetapi apa yang terjadi hingga detik ini tidak ditemukan jalan tengah untuk kedua belah pihak.
Dan baru saja bang jay membaca sebuah berita di salah satu situs olahraga nasional yang tentunya sedikit mengagetkan saya, dimana disana tertulis bahwa IPL bergulir Menpora siap menghentikan ISL, wah pasti seru ini, bisa dikatakan hal ini menjadi babak baru dalam carut marut persepakbolaan nasional kita, karena menurut saya pribadi kompetisi IPL saat ini tidak jauh beda dengan liga tarkam, pemain yang ada pun bisa dikatakan ala kadarnya, pemain bintang terdahulu yang menghuni klub-klub IPL pun beranjak pergi, bandingkan dengan klub-klub ISL yang mempunyai kualitas baik dari segi managemen dan pemain..
Sebagai pecinta sepakbola bang jay sendiri merasakan miris sekali melihat persepakbolaan nasional kita, yang akhir-akhir ini jauh dari prestasi tetapi syarat dengan perseturuan (pastinya unsur politik kental didalamnya), banyak pemain yang tidak menerima haknya (gaji), bahkan ada yang sampai meninggal dunia gajinya pun belum terbayarkan (*red diego mendieta, eks pemain persis solo kalau ga salah) dan yang terakhir mendiang pelatih tenar miroslov janu, tentunya harapan bang jay semoga saja yang pak Menpora yang baru yaitu pak Roy Suryo dapat menyelsaikan konflik persepakbolaan nasional secara bijak dan tidak merugikan pesepakbola yang mencari nafkah untuk keluarganya dan tentunya persepakbolaan Nasional kita. Mari dengan sabar kita tunggu hasilny babak baru carut marut persepakbolaan nasional kita.
Seolah ingin menyaingi kompetisi terdahulu yang ada dipersepakbolaan indonesia yang disebut dengan Indonesian Super League (ISL), pesaing baru menjanjikan mantan-mantan pesepakbola internasional yang pernah berlaga di kompetisi eropa seperti Serie A italia, atapun English Premier League. Wah tentunya ini akan menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi pecinta bola tanah air.
Boleh dikatakan kompetisi ini adalah kompetisi yang tidak berada dibawah naungan FIFA dan PSSI tentunya, tetapi beberapa saat setelah kepengurusan PSSI pimpinan Nurdin halid Cs runtuh dan berganti dengan pimpinan Djohar Arifin, IPL menjelma sebagai kompetisi yang legal dan ISL menjadi kompetisi yang ilegal, jujur saya tidak faham entah mengapa hal ini terjadi, tetapi intinya yang awalnya menjadi anak kandung dianak tirikan dan sebaliknya.
Tentunya perseteruanpun terjadi antara kedua belah pihak dimana ISL yang di pelopori oleh La Nyala Mataliti atau KPSI dan IPL dibawah naungan PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin Husein, namanya orang berselisih paham yang bisa dikatakan masih saudara sendiri (karena sama-sama indonesia) dicarikan sebuah jalan tengah, untuk itu disepakati kedua belah pihak untuk duduk disatu meja guna merundingkan perselisihan ini dan menghasilkan sebuah satu kata yaitu tidak adanya perpecahan di kubu PSSI serta tidak adanya dualisme kompetisi di persepakbolaan nasional, tetapi apa yang terjadi hingga detik ini tidak ditemukan jalan tengah untuk kedua belah pihak.
Dan baru saja bang jay membaca sebuah berita di salah satu situs olahraga nasional yang tentunya sedikit mengagetkan saya, dimana disana tertulis bahwa IPL bergulir Menpora siap menghentikan ISL, wah pasti seru ini, bisa dikatakan hal ini menjadi babak baru dalam carut marut persepakbolaan nasional kita, karena menurut saya pribadi kompetisi IPL saat ini tidak jauh beda dengan liga tarkam, pemain yang ada pun bisa dikatakan ala kadarnya, pemain bintang terdahulu yang menghuni klub-klub IPL pun beranjak pergi, bandingkan dengan klub-klub ISL yang mempunyai kualitas baik dari segi managemen dan pemain..
Sebagai pecinta sepakbola bang jay sendiri merasakan miris sekali melihat persepakbolaan nasional kita, yang akhir-akhir ini jauh dari prestasi tetapi syarat dengan perseturuan (pastinya unsur politik kental didalamnya), banyak pemain yang tidak menerima haknya (gaji), bahkan ada yang sampai meninggal dunia gajinya pun belum terbayarkan (*red diego mendieta, eks pemain persis solo kalau ga salah) dan yang terakhir mendiang pelatih tenar miroslov janu, tentunya harapan bang jay semoga saja yang pak Menpora yang baru yaitu pak Roy Suryo dapat menyelsaikan konflik persepakbolaan nasional secara bijak dan tidak merugikan pesepakbola yang mencari nafkah untuk keluarganya dan tentunya persepakbolaan Nasional kita. Mari dengan sabar kita tunggu hasilny babak baru carut marut persepakbolaan nasional kita.

